Mengenal On-Premise dan On-Demand CRM
Bagi Anda yang sering searching di Internet dengan menggunakan keyword "software CRM" atau keyword sejenis lainnya, Anda mungkin akan sering menemukan kata-kata seperti "on-demand CRM" dan juga "on-premise CRM", disamping jargon-jargon CRM lain tentunya, seperti Operational CRM, Analytical CRM, dan Sales Force Automation, dan sebagainya.
Jika Anda masih kurang begitu paham pengertian dan perbedaan menurut on-demand CRM dan on-premise CRM, berikut akan aku coba jelaskan dari pemahaman saya.
On-demand CRM
On-deman CRM adalah aplikasi CRM yg penggunaannya nir perlu diinstal pada personal komputer kantor Anda. Lalu, bagaimana cara pakai aplikasinya jikalau tidak ada perangkat lunak yg diinstal?
Aplikasinya masih ada di server si penyedia layanan CRM itu sendiri. Jadi, buat menggunakan pelaksanaan CRM tersebut, Anda relatif pulang ke website mereka, kemudian login, dan selesainya login baru Anda bisa memakai software on-demand CRM tadi. Tidak perlu instal perangkat lunak apapun pada kantor atau perusahaan Anda.
Inilah yg dimaksud dengan on-demand CRM, yg tak jarang pula dianggap dengan hosted CRM, atau SaaS (Software as a Service) CRM.
On-Premise CRM
On-Premise CRM adalah aplikasi CRM yang diinstal pada komputer perusahaan Anda, bukan terletak di server si vendor penyedia CRM tersebut.
Anda butuh software CRM, lalu Anda memanggil galat satu vendor CRM, kemudian (jika deal) vendor CRM tadi akan meng-instalasi aplikasi tersebut pada tempat Anda plus pembinaan & maintenance. Vinno CRM sendiri ketika ini termasuk kategori on-premise CRM.
Pada artikel ini saya hanya akan membahas pengertian dari masing-masing istilah tersebut, sedangkan pros dan cons, serta jenis CRM mana yang lebih cocok untuk perusahaan Anda bisa Anda baca di posting saya yang mengenai On-Demand VS On-Premise CRM.
Komentar
Posting Komentar