Mengapa Sebaiknya Software CRM Mudah Dikustomisasi?
Kalau ditanya apa itu CRM, bahkan para pakar sekalipun sulit memberikan definisi CRM yang pasti. Hal ini dikarenakan makna CRM itu sendiri terlalu generic atau terlalu luas. Kalau kepanjangan CRM tentu banyak yang tahu, yaitu Customer Relationship Management. Tapi jikalau pengertian CRM? Nah, ini yg sulit...
Me-manage data-data pelanggan itu sanggup diklaim CRM. Mencatat data-data sales prospek baru secara rapi dan teratur juga sanggup dianggap CRM. Melakukan follow up kepada existing customer yg telah lama nir membeli menurut kita jua disebut CRM. Mengucapkan selamat hari raya kepada pelanggan loyal pula adalah CRM. Dan masih banyak contoh lainnya.
Jadi, CRM nir melulu harus adalah sebuah aplikasi atau pelaksanaan. Software atau pelaksanaan CRM hanyalah tool atau indera bantu dalam melakukan aktifitas-aktifitas seperti model diatas, karena kalau jumlah data pelanggan sangat banyak tentulah tidak efisien apabila masih dilakukan secara manual.
Lalu, apa hubungannya pengertian CRM menggunakan perangkat lunak CRM yang mudah dikustomisasi?
Karena tiap-tiap perusahaan mampu saja memiliki persepsi, pengertian, atau strategi CRM yang tidak sama menggunakan perusahaan yang lain, maka ketika perusahaan tadi hendak mengimplementasikan aplikasi CRM, maka pelaksanaan tersebut tentulah harus sanggup mengikuti kebutuhan unik menurut CRM perusahaan tadi, yaitu melalui kustomisasi aplikasi.
Contoh sederhana merupakan penerapan modul Sales Force Automation. Modul ini sanggup dibilang modul standard yg terdapat pada hampir setiap perangkat lunak CRM. Fungsi modul ini lebih poly berguna buat jenis perusahaan B2B, atau perusahaan yg memiliki sales cycle relatif panjang & interaksi yang intens menggunakan calon pembeli (prospek).
Sedangkan buat usaha B2C seperti consumer goods, untuk menjual suatu produk kepada penggunanya eksklusif tidak diperlukan sales cycle seperti di perusahaan B2B. Penjualan produk umumnya dilakukan melalui jalur-jalur distribusi (distributor atau agen), dan pembeli umumnya datang pribadi ke toko.
Dengan kemudahan kustomisasi, maka sebuah aplikasi CRM dapat lebih fleksibel pada mengikuti kebutuhan CRM berdasarkan sebuah perusahaan, misalnya saja perusahaan consumer goods pada model sebelumnya. Apalagi, bila berbicara dalam konteks jangka panjang, dimana perubahan-perubahan seputar pelanggan dan musim usaha terus berubah, sangat mungkin diperlukan kustomisasi aplikasi CRM lanjutan di masa-masa mendatang.
Komentar
Posting Komentar